Rabu, 01 Agustus 2012

Alexa Story "God always knows what is best for you and when it happens"

WELCOME TO MY LIFE

Chapter 2

"God always knows what is best for you and when it happens"


"Pagi kesekolah"

Sial... bisa-bisa gue kesiangan nih, aduh macet banget, Karawang emang gak seindah dulu.
dulu serasa tinggal di desa semi kota yang asri, penuh sawah, dan udaranya tidak terlalu buruk, tapi sekarang, dimana-mana bangunan, sawah hampir lenyap, entar kalau beras makin mahal, baru nyesel. okay, sudahlah, kenapa bicara gue jadi seperti "aktivis lingkungan"?
okay bentar lagi gue nyampe, dan ya... sial, gue telat. gue bener-bener telat ya sudahlah, gue terpaksa harus turun dari mobil dan berdiri di depan gerbang.
tik...tok..tik...tok.... gue bosen disini...
tik...tok...tik...tok... brem...brem....
"hei, telat juga?"
oh tuhan, ada RIAN, ini "AMAZING"
"iya, gue telat" jawab gue grogi.
"ayoo ikut gue" rian tiba-tiba narik gue dan kita kabur dari depan gerbang.
"mau kemana?" tanya gue gelisah-gelisah seneng.
"udah naik aja, bawel banget sih"
"harus ya? apa harus banget?"
"spoiled lady, come on"
dan gue pun naik ke motor rian, ya motor ini cukup gede, ninja gue rasa, dan tuhan, dia bawanya kenceng banget, gue deg-degan tapi gue seneng.
"astagfirulah" ucap gue karena kaget ada polisi tidur.
"pegangan" dan secara otomatis gue meluk dia dan dia megang tangan gue, aaaahhh ini indah banget, tolong dong diabadiin, oh malaikat-malaikat take a picture of us, dong.

akhirnya gue sampai di tempat ini, dan dia bawa gue ke restoran telaga, ya restoran yang cukup menarik di karawang, dengan view danau buatan (gue rasa), menunya rata-rata khas sunda. dan gue memasuki restoran itu bersama dia, dan cukup sepi jam 9 pagi.
"kita duduk disini aja ya, spoiled lady" dia nunjuk jembatan yang berawal dari dataran ke tepi danau.
"okay"
"eh bentar gue pesenin lo minum, mau apa?cappuccino super manis dengan es penuh? ya kan?"
gue cuma bisa ngangguk gak nyangka dia tahu.
setelah pesen makanan, kita pun duduk di tempat yang tadi dia tunjuk, dan dia muter lagu instrumental yang begitu pas sama suasana tenang ini.
"kenapa lo ngajak gue kesini dan kenapa harus gue? emang gak bisa apa pergi sendiri, atau cari orang lain?" tanya gue penuh rasa penasaran
dan dia tidak menjawab pertanyaan gue, dia malah diam dan menikmati suasana danau sampai waiter pun dateng dan nganterin minum kita, gue pun nikmatin cappuccino gue.
"kenapa lo gak bisa setenang danau ini?, kenapa lo harus grasak-grusuk, harus sembrono, harus ceroboh, harus begitu menyebalkan dan memalukan" tanya rian dengan tenang.
"maksud lo? jadi lo ngajak gue kesini cuma buat ngehina gue, gitu? oh my god, thank you so much. " jawab gue kesel.
"my spoiled lady, you are totally funny, hahaha"
gue pun menghabiskan waktu sekitar 1 jam direstoran itu habis itu  dia ngajak gue ke Ramayana, kita main timezone, dan pas sore hari dia ngajak gue ke danau resinda buat liat sunset, dan pada saat itu yang gue tahu dia disebelah gue dan gue meletakkan kepala gue ke bahu dia.
"jangan tinggalin gue ya" pinta gue ke rian
"gak akan pernah" dan hari itu menjadi hari terindah yang pernah ada.

"beberapa hari kemudian"
hari-hari gue sama rian, bisa dibilang perfect dan dia juga gak terlalu cuek lagi sama gue dan hari ini gue berharap bisa bareng dia lagi, dan gue bakal ke danau lagi pegangan lagi dan
"woi, xa, si rian bareng cewek loh di pinggir lapangan basket" cerita mona.
"kayaknya mesra deh" goda litha
"Ya terus gue harus bilang triple WOW gitu?
"wow...wow...wow..." teriak mona. mereka pun pergi dan jujur gue penasaran dan gue berlari ke lapangan dan gue rasa ini akan jadi hari terburuk, dia sama seorang cewek dan itu Vinaya, dia Vinaya, cewek tercantik disekolah gue, kok dia berduaan sama pangeran gue sih? emang gak ada apa cowok lain? ini gak bisa dibiarin, gue harus kesana, tapi...tapi kok mereka kesini sih? eh mau ngapain?
"hahaha, ini cewek yang kamu maksud?" tawa vinaya seakan nyindir gue.
"maksudnya apa?" mereka gak ngejawab pertanyaan gue dan malah pergi ninggalin gue, dan kenapa rian natap gue sinis? sudahlah, mungkin dia emang lagi sensi.

gue ngabisin sisa-sisa hari ini dengan tingkat galau bak dewa yang lagi jatuh cinta lalu ternyata gebetannya jadian sama orang lain dan sialnya jadian sama sahabatnya eh dewa dapet kabar bahwa sebenernya sahabatnya itu udah lama ngerencanain hal itu buat ngehancurin dewa.
"teet...tooot...treeet..." bel pulangpun bunyi, dan gue memang pengen pulang.
seperti biasa gue nunggu depan parkiran karena supir gue Pak Iman, emang demen jemput disitu, dan lagi-lagu gue ngeliat Rian keluar dari parkiran dan entah mengapa ada sedikit harapan pulang bareng dia, tapi harapan gue sering hancur gara-gara dia, you know? dia pulang bareng vinaya, dan itu menjijikkan.

hubungan gue sama rian juga jadi mulai renggang sejak hadirnya vinaya, mereka kemana-mana berdua, kantin lah, perpustakaan lah, pulang bareng lah dan gue cuma bisa menjalani hari-hari buruk ini, begitu sialnya gue kehilangan semangat hidup gue padahal beberapa minggu yang lalu gue sama dia baru aja membuat surga dunia, dan gue gak ngerti siapa gue dimata dia, apa cuma mainan? yaya... jawaban itu terlihat paling benar, cuma mainan.


"siang hari, pulang sekolah"

"xa, pulang sama kita aja" ajak mona
"gak usah, paling bentar lagi Pak Iman jemput"
"tapi udah mendung" ucap litha
"gak apa-apa, deluan sana, hati-hati ya"
"ya udah deh, deluan. bye." teriak litha dan gue pun masih nunggu pak Iman, dan sekolah mulai sepi, parkiran sudah kosong. "blep..blep" bunyi hape.

"Alexa, Pak Iman gak bisa jemput kamu, nebeng ke temen aja ya, atau naik angkot, soalnya papa mau pinjem Pak Iman dulu, supir yang satu lagi, sakit.   hati-hati nak." 

Manis sekali, gue harus apa? duit gue habis, pulsa gue habis, ya sudahlah jalan saja.
"gluduk...gluduk...jeder...jeder...jeger...brebek" suara petir mulai terdengar dan gemericik hujan sudah turun, dan gue tetep jalan, gue makin kedinginan, gue gak bawa apa-apa, dan hari mulai sore, bahkan hampir gelap, sunyi sekali kota ini, aneh. gue takut.
"teeeet....teeeet" suara klakson terdengar begitu dekat dibelakang gue.
"naik" pinta rian ke gue, dan gue langsung naik, meluk dia erat karena gue bener-bener kedinginan, dan dia malah bawa gue ke danau disebuah perumahan, padahal gue berharap dianterin pulang.
didanau itu dia ajak gue duduk, dan yang gue tahu selama duduk disana gue meluk dia erat, dia ngasih jaket dia ke gue, dan dia coba buat menghangatkan gue, dan gue cuma bisa bilang
"gue benci hujan" beberapa saat kemudian hujan pun berhenti.
"liat, ada pelangi" dia nunjuk sebuah pelangi diangkasa
"bagus banget"
"you know what? there is always a good thing behind the bad things, spoiled lady"
dan dia pun nganterin gue pulang, sesampainya didepan rumah gue pun berterima kasih dan segera masuk, tapi dia manggil gue.
"alexa"
"ya?"
"I would never turn away from you, spoiled lady"
"Vinaya?" he is not answer, just laugh out load.
"bye, My Spoiled Lady" Dia pun mencium kening gue dan pergi. Tuhan, terimakasih untuk hari, dan orang terbaik hari ini, kau selalu lebih tahu mana yang terbaik untukku dan kapan itu terjadi. :)



                                                   JUST WAIT .....

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

I need your comment, join, and have fun guys.